Maklumat dari PP Muhammadiyah perihal Awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha
Jakarta - Tidak terasa tinggal menghitung beberapa bulan kita sudah menghadapi bulan Ramadhan yang ditunggu masyarakat Muslim di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya. Bulan Ramadhan dimana dibulan itulah waktu yang sangat tepat untuk mendapatkan segudang pahala dan barokah. Contohnya saja bangun di pagi hari, kita melaksanakan sahur dan dilanjutkan dengan sholat Shubuh. Ada pula disaat kita berbuka puasa, kebersamaan bersama keluarga terasa. Sholat pada malam harinya, dan adapun yang melaksanakan Itikaf di 10 malam terakhir Ramadhan diakhiri dengan mengeluarkan zakat. Terasa sangat di bulan Ramadhan keberkahan, kebersamaan, dan mendulan pahala sebanyak-banyaknya.
Penentuan awal Ramadhan bahkan penentuan hari besar lainnya seperti Idul Fitri dan Idul Adha di Indonesia ditentukan oleh Kementrian Agama RI dan disepakati di sidang isbatnya. Tapi, ada pula sebagian masyarakat Indonesia terutama warga Muhammadiyah mengikuti perkembangan dan info maklumat dari PP Muhammadiyah khusunya dalam hal seperti ini. Untuk itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat NOMOR:01/MLM/I.0/E/2016 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1437 Hijriah. Dalam Maklumat yang berisikan penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti tersebut, awal Ramadan akan dimulai pada 6 Juni 2016.
Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1437 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016, dan Idul Adha bertepatan pada hari Senin 12 September 2016. Berikut hasil lengkap hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1437 Hijriah.
RAMADAN 1437 H
1. Ijtimak jelang Ramadan 1437 H terjadi pada hari Ahad Legi, 5 Juni 2016 M pukul 10:01:51 WIB.
2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ dan l= 110°21¢BT) = +04°01¢58² (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.
3. 1 Ramadan 1437 H jatuh pada hari Senin Pahing, 6 Juni 2016 M.
SYAWAL 1437 H
1. Ijtimak jelang Syawal 1437 H terjadi pada hari Senin Kliwon, 4 Juli 2016 M pukul 18:03:20 WIB.
2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ dan l= 110°21¢BT) = -01°19¢13²(hilal belum wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di bawah ufuk.
3. 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu Pahing, 6 Juli 2016 M.
ZULHIJAH 1437 H
1. Ijtimak jelang Zulhijah 1437 H terjadi pada hari Kamis Wage, 1 September 2016 M pukul 16:05:40 WIB.
2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ dan l= 110°21¢BT ) = -0°29¢17²(hilal belum wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di bawah ufuk.
3. 1 Zulhijah 1437 H jatuh pada hari Sabtu Legi,3 September 2016 M.
4. Hari Arafah (9 Zulhijah 1437 H) hari Ahad Wage, 11 September 2016 M.
5. Idul Adha (10 Zulhijah 1437 H) hari Senin Kliwon, 12 September 2016 M.
Dan pada pagi harinya, PP Muhammadiyah menyampaikan langsung maklumat ini didepan rekan pers oleh Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas pada saat jumpa pers , Senin (18/04), di Kantor PP Muhammadiyah , Jl. Cik Ditiro no.23 Yogyakarta.
Yunahar dalam keterangannya mengatakan bahwa jika dilihat dari angka-angkanya, sepertinya Muhammadiyah akan sama dengan Kementerian Agama RI, terkait penetapan awal Ramadhan, karena Kemenag dengan metode imkanur rukyat menetapkan syarat 2 derajat di atas ufuk. Sehingga jika dilihat dari posisi hilal yang sudah 4 derjat di atas ufuk, sudah masuk kriteria pemerintah.


Komentar
Posting Komentar