Kendala UN 2016 Masih Terkendali


Irjen Kemdikbud, Daryanto (kanan) melakukan sidak UN dihari keempat. (Foto: Iradhatie/Okezone)

JAKARTA - Pelaksanaan ujian nasional (UN) 2016 tampak lebih tenang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Setelah tak dijadikan sebagai penentu kelulusan, kasus-kasus, seperti kebocoran soal, tersebarnya kunci jawaban, hingga tindakan curang lainnya tak lagi marak ditemukan dan heboh diberitakan.

Kendati demikian, pelaksanaan UN yang dilakukan dengan dua metode, yaitu UN berbasis komputer (UNBK) dan UN paper based test (UN PBT) masih belum sempurna. Pasalnya, masih ditemukan beberapa kendala, seperti gagalnya server pada UNBK, kurang soal, dan isu-isu kebocoran kunci jawaban di beberapa daerah.

"UN tahun ini sudah tiga hari dan memasuki hari keempat tidak ada gangguan berarti. Kekurangan di sana-sini yang masih ditemukan masih terkendali. Siswa juga dalam mengerjakan soal jauh lebih tenang dan santai," ucap Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Daryanto saat meninjau UNBK di SMKN 26 Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Daryanto menyebut, begitu ada persoalan yang muncul dalam pelaksanaan UN, Kemdikbud harus mampu menyelesaikannya. Di pusat sendiri, tutur dia, terdapat tujuh posko yang secara khusus turut mengawal jalannya UN, meliputi Puspendik, Balitbang, BKLM, Irjen, BSNP, Pustekom, dan eksekutif.

"Itu belum termasuk posko-posko yang terdapat di daerah, karena setiap provinsi dan kabupaten juga ada," ujarnya.

Terkait server down pada UNBK, para siswa akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan. Menurut dia, yang terpenting adalah menjaga supaya mental siswa tidak ikut surut.

"Mereka (para peserta UN) tidak boleh sedih karena itu memang hal yang harus dihadapi. UN sendiri yang masih ada dua hari lagi, yaitu Senin dan Selasa semoga tetap berjalan lancar," tukasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Fasilitator TMU 2016: Perjalanan ke Palembang (1)

Name Tag FORTASI 2016

SEMARAK GEBYAR MUSYDA 13 PD IPM JAKARTA SELATAN