Ujian Nasional Berbasis Komputer(Unbk) Atau Computer Based Test(Cbt)

Ujian Nasional merupakan ujian yang selalu ada dari tiap tahun. Hanya saja namanya yang kerap berubah ubah. Terakhir kalinya sebelum diubah nama menjadi Ujian Nasional yaitu bernama Ujian Akhir Nasional. Dengan ujian ini salah satunya ialah diharapkan dapat meningkatkan mutu siswa maupun sekolah. Permasalahannya yang ada salah satunya ialah banyak sekolah yang mungkin lupa bahwasannya yang utama itu adalah meningkatkan mutu siswa bukanlah mutu sekolah. Jika siswa disekolah tersebut bermutu maka secara otomatis sekolah tersebut bisa dikatakan bermutu. Karena nyatanya di lapangan adalah justru pihak sekolah lebih mengutamakan mutu sekolah ketimbang mutu siswanya itu. Mereka akan menghalalkan berbagai cara agar banyak siswanya yang lulus ujian tersebut tanpa memikirkan mutu siswa tersebut. Bahkan bukan hanya pihak sekolah saja, pihak pihak tertentu menjadikan kegiatan ini sebagai “ proyek ” mereka untuk mendapatkan keuntungan dengan menghalalkan berbagai cara pula.

Melihat permasalahan yang ada dari tahun ke tahun, Kemendikbud terus melakukan revisi demi revisi tercapainya maksud diadakannya ujian nasional ini. Namun sering ditemukan banyak para siswa yang akhirnya menjadi “ kelinci percobaan “ oleh Kemendikbud dalam menetapkan pelaksanaan ujian nasional. Kemendikbud pun mengeluarkan kebijakan baru untuk dari Ujian Nasional Berbasis Kertas ke Ujian Nasional Berbasis Komputer (  UNBK ) yang dilakukan secara online. Namun kembali karena konsep yang tidak terlalu matang dan lainnya, para siswa kembali menjadi “ kelinci percobaan “ pemerintah dalam menetapkan sebuah kebijakan. Sekarang UNBK muncul dengan konsep baru yaitu pelaksanaannya dengan semi-online. “ Penyelenggaraan menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan ( sinkronisasi ) ke server lokal ( sekolah ), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal ( sekolah ) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal ( sekolah ) ke server pusat secara online ( upload ) “ berdasarkan sumber http://dikdas.bantulkab.go.id/berita/208-informasi-unbk-2016. August Sinaga yang merupakan kordinator panitia Ujian Nasional Provinsi Sumatera Utara menilai, sistem UNBK bisa menghemat biaya serta menjamin pelaksanaan yang jujur, bersih dan fleksibel serta selain itu juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu, fleksibelitas dan keandalan ujian nasional berdasarkan sumber http://www.ceritamedan.com/2015/06/2016-sekolah-penyelenggara-un-berbasis-komputer-bertambah. Disaat ada yang pro, pasti ada pula yang kontra. Banyak di media massa mulai megeluhkan kebijakan unbk ini. Pihak pihak yang kontra berpendapat bahwasannya akan terjadi ketidaksamarataan antar sekolah dalam pelaksanaan ujian, ada yang sudah berbasis komputer dan ada pula yang masih berbasis kertas. Karena masih banyak sekolah yang belum siap untuk menghadapi ujian berbasis komputer tersebut. Mulai dari jaringan hingga jumlah komputer yang ada di sekolah pun terkadang tidak memadai. Sehingga kemungkinan banyak pihak sekolah yang akan memilih untuk tetap ujian nasional berbasis kertas.

Saya harapkan pemerintah dapat mengambil keputusan dengan bijak atas permasalahan permasalahan yang ada. Dan saya berpesan apapun kebijakan pemerintah mengenai ujian nasional dan sejenisnya itu, harap jangan jadikan para pelajar sebagai “ kelinci percobaan “ dalam setiap kebijakan, kami disini ingin mencari ilmu bukan untuk menjadi “ kelinci percobaan “ dari setiap kebijakan, kami ini generasi penerus bangsa, jika kami dijadikan “ kelinci percobaan “ bagaimana bangsa ini jika sudah berada ditangan kami?

Demikian artikel ini semoga bermanfaat bagi temen temen yang membacanya. Semangat buat teman teman yang UN semoga mendapatkan hasil yang memuaskan yaa. Aamiin =)

Artikel by : Fathi Syuhada (Ketua Bid. PIP)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Fasilitator TMU 2016: Perjalanan ke Palembang (1)

Name Tag FORTASI 2016

SEMARAK GEBYAR MUSYDA 13 PD IPM JAKARTA SELATAN