Catatan Fasilitator TMU 2016: Perjalanan ke Palembang (1)
“Selamat datang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Palembang. Pasang sabut pengaman anda sampai pesawat ini benar-benar dinyatakan berhenti oleh otoritas Bandara” demikian pemberitahuan awak cabin Sriwijaya Air yang aku tumpangi. Perjelanan ini lebih sebagai narasumber untuk suatu pelatihan. Bukan sama sekali dimaksudkan untuk wisata. Meskipun acap kali, usai memberikan fasilitasi, aku berkunjung ke destinasi disuatu kota. Jadi begini, di bulan Januari aku ketemu Zulfikar. Anak peternakan UGM dan aktivis disebuah gerakan; Ikatan Pelajar Muhammadiyah. “Bang Mul, bisa ngisi nanti di kagiatan (pelatihan) kami”? demikian Dzul sampaikan saat aku silaturrahim ke rumahnya di mBantul akhir desember 2015. “Oke, mudah-mudahan tidak ada agendaku yang mendesak. Tapi pastinya nanti akan aku beri kabar, ya”? begitu tawarku kepada Dzul. Tidak berapa lama setelah sampai di Selayar Dzul mengkonfirmasi kesediaanku. “Bagaimana, aban...
Komentar
Posting Komentar